Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bugis

Filosofi Parewa Matareng, Badik Bugis

Gambar
FILOSOFI PAREWA MATARENG
(Kawali, Tappi, Bangkung,Tomba’)
Tappi atau sele, Tomba’ atau bessing, Badik atau kawali atau ada juga yang menyebutnya bangkung adalah senjata khas bugis makassar, digunakan sebagai alat pertahanan diri dari musuh dengan berbagai macam bentuk dan ukuran, bahkan diperkembangannya perewa matareng menjadi lambang prestise seseorang yang memakainya, biasanya bilah terbuat dari aju cenrana dan gagangnya terbuat dari aju palopo atau kayu santigi  tetapi adajuga yang gagangnya terbuat dari gading gajah, tanduk kerbau atau gigi ikan duyung bahkan ada yang terbuat dari emas...
Dena sekke uruane narekko de’ na tonra kawali/bangkung artinya Tidaklah lengkap seorang laki-laki kalau tidak memakai, membawa badik..., awas hati-hati natangka’..ki polisi..., he he he...massu’na bukan begitu temang...ada makna yang mesti dipahami dari sebilah badik jadi tidak perlu membawa fisiknya....mari kita fahami filosofinya.......
Pangulu: dalam istilah bugis, pangulu(gagang) berarti pe…

Pepatah Bugis : Tentang Prinsip dan Landasan Berpikir 2

Gambar
Artinya: “adat tak mengenal anak, tak mengenal cucu”. Dalam menjalankan norma-norma adat tak boleh pilih kasih (tak boleh pandang bulu). Misalnya, anak sendiri jelas-jelas melakukan pelanggaran atau kesalahan harus dikenakan sanksi (hukuman) sesuai ketentuan adat yang berlaku.
Pepatah Bugis lainnya : Klik Disini

Pepatah Bugis ; Tentang Prinsip dan Landasan Berpikir

Gambar
Edisi Pepatah bugis : Setiap orang mempunyai prinsip atau landasan berpikir sendiri-sendiri dalam memandang sesuatu. Oleh karena itu harus ada saling pengertian atau tenggang rasa supaya tak terjadi pertikaian. Din Sam Suddin berpendapat bahwa pepatah diatas kemungkinan berdasar pada Salah satu Surah yaitu Surah Al-Kafirun dalam Al Qur'ar yang mengatakan Bagimu agamamu, bagiku agamaku.  Ini adalah bentuk toleransi agama Islam dengan agama lain.